Kesempatan yang kita dapatkan pada malam berbahagia ini dalam keadaan ta’at adalah sebuah kesempatan yang luput bagi orang-orang yang malam ini ada di alam kubur; mengandai-andai dikembalikan ke dunia untuk beramal shalih. Mereka tahu betul manfaat dari setiap detik, menit dari waktu yang sedang berjalan di bulan Ramadhan ini. Allah berfirman:
{حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ ٩٩}
{لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَـٰلِحًۭا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ ١٠٠} [سورة المؤمنون الآية 99-100]
“Demikian lah keadaan orang-orang kafir itu, hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, ‘Ya Tuhan ku, kembalikan lah aku (ke dunia) agar aku dapat berbuat kebajikan yang telah aku tinggalkan’. Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkan nya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh sampai pada hari mereka dibangkitkan” [QS: Al Mukminun 99-100]
Mereka baru mendapati kenyataan pahit yang mereka alami karena tidak percaya (atau setengah percaya) waktu masih hidup akan sabda Nabi yang mulia:
"لَمّا حضَرَ رَمَضانُ قال رسولُ اللهِ ﷺ: قد جاءَكم رَمَضانُ، شَهْرٌ مُبارَكٌ، افتَرَضَ اللهُ عليكم صِيامَه، تُفْتَحُ فيه أَبْوابُ الجنةِ، وتُغلقُ فيه أبوابُ الجحيمِ، وتُغَلُّ فيه الشَّياطينُ، فيه ليلَةٌ خَيْرٌ مِن أَلْفِ شَهرٍ، مَن حُرِمَ خَيْرَها فقد حُرِم." رواه أحمد والنسائي من طريق أبي هريرة
“Saat Ramadhan telah hadir, Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Ramadhan telah tiba, bulan yang diberkati, Allah mewajibkan atas kita puasa ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, pada nya terdapat suatu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yang terhalang dari kebaikan malam itu maka dia terhalang dari rahmat Allah azza wa jalla” [HR: Ahmad dan An Nasa'i]
Begitu pula dengan sabda Nabi ﷺ yang mulia berbunyi:
"وللهِ عُتَقاءُ من النارِ وذلك كلَّ ليلةٍ" رواه الترمذي وابن ماجه من طريق أبي هريرة
“Bagi Allah orang-orang yang terbebas dari api neraka pada setiap malam” [HR: At Tirmidzi dan Ibnu Majah]
Nah, bapak ibu kalau kita ga merasakan pahit nya yang dialami ahli kubur malam ini, entah lah, ga tahu lagi kita bagaimana caranya?
Maksudnya, bapak ibu, yang kita bicarakan ini orang-orang di luar sana sekarang ini membuat kita terheran-heran. Sudah jelas seruan itu menuju kebaikan akhirat dia tapi entah mengapa heran kita!? Kita heran dengan itu!
Allah juga sudah heran duluan. Allah pencipta kita dengan segala fasilitas lengkap untuk kita hidup dan Dia maha mengetahui segala sesuatu mengatakan begini:
كَيْفَ تَكْفُرُونَ بِٱللَّهِ وَكُنتُمْ أَمْوَٰتًۭا فَأَحْيَـٰكُمْ ۖ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ثُمَّ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ ٢٨
هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ لَكُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًۭا ثُمَّ ٱسْتَوَىٰٓ إِلَى ٱلسَّمَآءِ فَسَوَّىٰهُنَّ سَبْعَ سَمَـٰوَٰتٍۢ ۚ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ ٢٩
[سورة البقرة الآية 28-29]
Mengherankan! Kalian ini masih saja kafir kepada Allah pencipta kalian dan pencipta bumi tempat tinggal kalian dengan fasilitas lengkap disediakan bagi kalian untuk hidup tapi aku ajak kalian mendapat rahmat ku kalian tidak mau, kalian kufur!
Tapi, kita tidak heran lagi, bapak ibu, sebenarnya itu adalah bentuk hikmah dari penciptaan Allah itu sendiri yang maha adil. Bagi yang membersihkan jiwa nya dia akan beruntung. Bagi yang mengotori nya sampai tertutup seperti itu maka akan merugi.
خَتَمَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰٓ أَبْصَـٰرِهِمْ غِشَـٰوَةٌۭ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌۭ ٧
[سورة البقرة الآية 7]
Maka, kita banyak-banyak lagi bersyukur dengan berebut masuk pintu-pintu kebaikan pada bulan berkah ini terlebih pada pintu surga ar-Rayyan dan meraih takwa. Semoga Allah mudahkan bagi kita semua. Amin
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجميعين